{"id":1561,"date":"2008-06-02T14:31:49","date_gmt":"2008-06-02T07:31:49","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=123"},"modified":"2008-06-02T14:31:49","modified_gmt":"2008-06-02T07:31:49","slug":"yang-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1561","title":{"rendered":"Yang Terbaik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify;\">Kali ini saya ingin bercerita tentang kisah seorang laki &#8211; laki yang sebut saja bernama Satrio, Suatu ketika Satrio sedang berjalan &#8211; jalan di jalanan di kota bandung, kemudian saat melintas di sebuah Outlet Foto Kopi, mata si Satrio tertuju pada seorang wanita cantik dengan rambut terurai sebahu sibuk sedang mengawasi karyawan yang sedang melayani pelanggan. Dengan berlagak ingin memfotokopi buku, maka Satriopun  mengajak berkenalan gadis ini yang ternyata bernama Ningrum yang berusia 19 tahun.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Hari demi hari, Satriopun rajin mengunjungi Outlet fotokopi tersebut, hanya untuk sekedar ( pura &#8211; pura ) mefotokopi dan <em>ngobrol<\/em> dengan Ningrum. Dari perkenalan itu benih &#8211; benih asmara di hati Satriopun semakin tumbuh dengan suburnya.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Suatu hari Satrio pun mengunjungi tempat fotokopi tersebut dengan maksud menemui wanita pujaannya itu. Namun sayang, Ningrum tidak ada di outlet tersebut, justru Satrio melihat seorang wanita berumur 45 tahunan yang sedang mengawasi karyawan. Satrio menduga wanita tua tersebut adalah ibu dari Ningrum, Tidak ingin membuang waktu dalam praduga, Satriopun bertanya kepada bertanya kepada ibu itu :<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">&#8220;Permisi bu, apakah ada wanita disini bernama Ningrum&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">Tanya Satrio sembari menjelaskan ciri &#8211; ciri wanita yang dimaksudkannya. Sang ibu tersebut terdiam sejenak, lalu kemudian berkata<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">&#8220;Kalo yang namanya Ningrum <em>ga<\/em> ada dek, mungkin yang adek maksud Wulan ya??&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">Sebelum satrio menjawab, sang ibu tersebut, seolah sudah mengerti lalu berkata<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">&#8220;Adek naksir Wulan yah? Kalo memang iya, <em>gapapa kok, <\/em>deketin aja dia. Wulan itu maduku&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">(maduku = istri ke 2 suamiku, pen)<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Mendengar inipun Satrio sontak kaget, bagaimana mungkin gadis secantik Ningrum sudi menikahi seorang lelaki yang sudah beristri. Telisik demi telisik akhirnya didapatkan adalah benar bahwa Nigrum adalah Wulan dan merupakan istri kedua dari sang ibu tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Satriopun memutuskan untuk menemui Ningrum guna memastikan kabar tersebut. Awalnya Ningrum pun terdiam dan tidak mau mengaku, lalu setelah didesak sekian lama. Ningrumpun mengaku bahwa nama sebenarnya adalah Wulan. dan adalah benar bahwa dia merupakan istri kedua dari Joko yang juga merupakan istri perempuan tua itu. Wulanpun menceritakan latar belakang kenapa dia menikahi Joko yang lebih pantas menjadi bapaknya ketimbang suaminya tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Wulan mengaku bahwa dirinya dipaksa oleh Bapaknya yang terlilit hutang dikarenakan kebiasaan bapaknya yang sering mabuk &#8211; mabukan dan berjudi. Wulanpun mengaku sangat tertekan batinnya karena harus melayani seorang laki &#8211; laki yang tidak dicintainya. Dari bibir lembutnya pula meluncur kata &#8211; kata bahwa dirinya sangat mencintai Satrio. Namun dirinya juga tidak bisa lari dari pernikahan yang tak diinginkan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Dari sini, Satriopun terinspirasi membuat lagu yang berjudul &#8220;Yang Terbaik&#8221; yang dia garap bersama band-nya. Setelah lagu tersebut <em>rampung<\/em>, Satrio meminta Wulan untuk mendengarkan lagu ciptaannya tersebut. Dan mengatakan bahwa itu adalah persembahan cintanya untuk Wulan. Wulanpun menitikkan air mata mendengar lagu tersebut. Satrio meminta agar Wulan sudi menyimpan lagu tersebut sebagai kenang &#8211; kenangan darinya.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">TAMAT<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Memang begitulah hidup, seperti lirik lagu &#8220;Yang Terbaik&#8221; yang diciptakan oleh Satrio untuk Wulan<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\"><em>Semua yang terjadi adalah yang terbaik, yang harus kau jalani<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">Mohon maaf karena ceritanya hanya sampai disini, kelanjutan dari cerita ini belum terjadi <img src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-includes\/images\/smilies\/mrgreen.png?w=708&#038;ssl=1\" alt=\":mrgreen:\" class=\"wp-smiley\" style=\"height: 1em; max-height: 1em;\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Bagi yang ingin mendengar lagu tersebut silahkan download di <a href=\"http:\/\/www.4shared.com\/file\/49525940\/36460536\/Mizukay_-_Yang_Terbaik.html\" target=\"_blank\">halaman ini<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kali ini saya ingin bercerita tentang kisah seorang laki &#8211; laki yang sebut saja bernama Satrio, Suatu ketika Satrio sedang berjalan &#8211; jalan di jalanan di kota bandung, kemudian saat melintas di sebuah Outlet Foto Kopi, mata si Satrio tertuju pada seorang wanita cantik dengan rambut terurai sebahu sibuk sedang mengawasi karyawan yang sedang melayani [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[13],"tags":[93,110,298,335,337,399,537,593],"jetpack-related-posts":[{"id":2724,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2724","url_meta":{"origin":1561,"position":0},"title":"Proxima Centauri (Bagian ke - 4)","date":"17 April 2015","format":false,"excerpt":"Sampai suatu masa takdir mempertemukan aku dan Kimya di sebuah ruang dan waktu. Suatu takdir di sebuah gerbong kereta api yang melaju. \u00a0Sebuah takdir yang telah Tuhan rencanakan sebelum Dia menciptakan alam semesta ini. Sebuah takdir pertemuan yang \u00a0mengubah hidup seorang laki - laki untuk selamanya. Sebuah pertemuan yang menerobos\u00a0tidak\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?fit=1200%2C724&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2609,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2609","url_meta":{"origin":1561,"position":1},"title":"Kisah Sebatang Coklat","date":"8 April 2015","format":false,"excerpt":"Perkenalkan, aku adalah sebatang coklat yang dijual di toko manisan di sebuah ujung jalan. Hampir setiap hari, toko ini ramai didatangi pengunjung yang\u00a0lalu - lalang, entah untuk untuk sekedar melihat - lihat ataupun\u00a0membeli sebatang - dua batang coklat dari tokoku. Namun ada pemandangan yang tak biasa hari ini,, sedari tadi\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/coklat3.jpg?fit=650%2C325&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2843,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2843","url_meta":{"origin":1561,"position":2},"title":"Proxima Centauri (Bagian ke - 6)","date":"24 April 2015","format":false,"excerpt":"\"Tapi ada satu hal \u00a0dari kamu yang sekarang sudah berubah\" \"Apa itu?\" tanyaku penasaran. \"Dulu kamu tuh\u00a0anak kecil yang jahil,\u00a0dekil but now... you are pretty hunky..\" Jawab Kiran singkat, sembari ia memandangi\u00a0jalan ibu kota melalui kaca\u00a0jendela mobil, kemudian sesaat ia menatapku sembari tersenyum. Aku kebingungan harus merespon jawaban tak terduga\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?fit=1200%2C724&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1561"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1561"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1561\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1561"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1561"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}