{"id":1556,"date":"2008-04-10T09:57:56","date_gmt":"2008-04-10T02:57:56","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=80"},"modified":"2008-04-10T09:57:56","modified_gmt":"2008-04-10T02:57:56","slug":"menjawab-keraguan-akan-sdm-nuklir-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1556","title":{"rendered":"Menjawab Keraguan akan SDM Nuklir Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">SDM indonesia tidak siap mengoperasikan PLTN. Itulah salah satu alasan yang sering dilontarkan orang ketika mereka tidak setuju tentang rencana pemerintah membangun PLTN di indonesia. Ini tergambar dari sebuah topik dalam sebuah forum diskusi yang sering saya ikuti. Mereka berdalih bahwa sumber daya manusia dan teknologi indonesia tidak sanggup untuk mengelola teknologi canggih ini. Atas pemikiran itulah saya berpikir perlu untuk sedikit menjelaskan kepada mereka terutama yang masih awam dengan teknologi yang &#8220;mendebarkan&#8221; ini. Mungkin tulisan saya ini masih kurang disana -sini, wajar saja, mungkin ini dikarenakan keawaman saya dalam hal tulis menulis <img src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-includes\/images\/smilies\/mrgreen.png?w=708&#038;ssl=1\" alt=\":mrgreen:\" class=\"wp-smiley\" style=\"height: 1em; max-height: 1em;\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejarah nuklir indonesia dimulai pada tanggal 16 November 1964 ketika ilmuwan &#8211; ilmuwan anak bangsa yang dipimpin Ir. Djali Ahimsa berhasil menyeleseikan <em>&#8220;criticality-experiment&#8221;<\/em> terhadap reaktor nuklir pertama Triga Mark II di Bandung. Pada keesokan harinya tertanggal 17 November 1964 Surat Kabar Harian Karya memberitakan soal kedatangan abad nuklir di Indonesia. Kemudian pada tanggal 18 November 1964 Radio Australia mengumumkan bahwa<strong>&#8220;Indonesia mampu membuat reaktor atom&#8221;<\/strong>. Disusul dengan ulasan dua menit oleh <em>&#8220;stringer&#8221;<\/em> AK Jacoby yang menulis : <strong>Indonesia masuk abad nuklir<\/strong>. Suatu hal yang sungguh membanggakan bahwa di umurnya yang masih 19 tahun, Indonesia berhasil melakukan apa yang negara &#8211; negara maju telah lakukan. Inilah bukti bahwa bangsa kita adalah sejajar dengan bangsa lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Hari Sabtu, tanggal 20 Februari 1964 reaktor pertama dengan daya 250 kW ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada waktu itu Ir.Soekarno. Reaktor ini digunakan untuk keperluanpelatihan, riset, produksi radio isotop. Reaktor ini mengalami dua kali pembongkaran untuk mengganti beberapa komponen utamanya pembongkaran pertama pada 1972 dipimpin Sutaryo Supadi dan yang kedua pada 1997 dipimpin Haryoto Djoyosudibyo dan A. Hanafiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"vertical-align: middle;\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2008\/04\/kartini.jpg?resize=389%2C292\" alt=\"\" width=\"389\" height=\"292\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<h5 style=\"text-align: center;\"><em><strong>Reaktor Nuklir Kartini yang berlokasi di Yogyakarta, merupakan Reaktor Nuklir yang dirancang bangun oleh anak bangsa.<\/strong><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak cukup sampai disini pada tahun<span class=\"postbody\"> 1979<\/span><span class=\"postbody\">.<\/span><span class=\"postbody\"> Indonesia mengoperasikan Reaktor kartini <\/span><span class=\"postbody\">yang berdaya 100 kw yang didesain dan dirancang bangun oleh putra &#8211; putri terbaik bangsa. Pada <\/span><span class=\"postbody\">tahun 1987 di serpong resmi dioperasikan reaktor serpong yang berdaya 30 Mw <\/span><span class=\"postbody\">Pada pertengahan tahun 2000 <\/span><span class=\"postbody\">TRIGA MARK II selesei diupgrade dengan daya 2000 kW, dan pengoperasiannya diresmikan oleh Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri nama reaktor diubah menjadi Reaktor TRIGA 2000 Bandung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"postbody\">Sadar akan kebutuhan SDM yang mahir dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir yang diperlukan <\/span>untuk mampu memasuki Industri Nuklir maka <span class=\"postbody\"> pemerintah pada<\/span> awal tahun 1980-an membentuk Jurusan Teknik Nuklir di Fakultas Teknik Nuklir UGM, Jurusan instrumentasi Nuklir dan Proteksi Radiasi di bagian Fisika UI, serta Pendidikan Ahli Teknik Nuklir di Yogyakarta (sekarang Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir). Namun pada tahun 1997 Program Nuklir Indonesia ( dalam hal ini perencanaan pembangunan PLTN ) berhenti yang salah satunya dikarenakan karena penemuan gas alam di kepulauan Natuna. Ini menyebabkan Jurusan Teknik Nuklir di UGM saat ini sudah berubah dan diganti menjadi Teknik Fisika, sedangkan Jurusan Instrumentasi dan juga Jurusan Proteksi Radiasi dari Bagian Fisika UI, ditutup<strong>.<\/strong> Namun saat ini masih terdapat kegiatan pendidikan tentang Iptek Nuklir di ITB sebagai bagian dari Departemen Fisika ITB (S1, S2, S3) dan juga di UGM (S3). Hanya di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir yang menjadi satu &#8211; satunya perguruan tinggi di Indonesia yang khusus mempelajari tentang Teknologi Nuklir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sadar tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik Nasional jika hanya bertumpu pada pembangkit Listrik konvesional maka Pada Tahun 2005 Indonesia kembali menjalankan program nuklir ini. Pada tahun 2006 pemerintah menetapkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) melalu Kepres No 5 tahun 2006, yang mengamanatkan bahwa pada tahun 2025, energi terbarukan plus nuklir bisa mencapai kurang lebih 5 persen untuk kebutuhan listrik Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kerja sama dengan IAEA &#8211; meliputi persiapan pembangunan PLTN dan persiapan regulasi, kode, panduan, dan standar bagi PLTN -pun dirintis sejak 2005. Pada 2008, regulasinya diharapkan sudah siap. Saat ini Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) sudah dibuat dan tinggal ditandatangani oleh Presiden. Kali ini rupanya pemerintah tidak main-main dalam rencananya ini, ini terlihat dalam kurun waktu berdekatan, Indonesia sudah menandatangani sejumlah nota kesepakatan kerja sama bidang nuklir dengan beberapa negara. Rusia, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat (AS).Disini sudah jelas, bahwa ternyata bangsa kita sudah memiliki cukup pengalaman dalam bidang teknologi yang satu ini. Anak- anak bangsa terbukti mampu mengoperasikan 3 reaktor nuklir di indonesia selama bertahun &#8211; tahun dengan bersih dan belum memiliki catatan buruk mengenai kecelakaan nuklir yang membahayakan lingkungan dan masyarakat. Sudah ada pula ribuan aplikasi nuklir yang dipakai di bidang kesehatan seperti pada proses radiasi kanker dan teknik isotop untuk pengembangan obat. Ini belum Ratusan aplikasi nuklir yang dipakai di bidang industri seperti dalam proses desalinasi air, pemuliaan tanaman, dan banyak lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ungkapan skeptis dan pesimis yang terhadap kemampuan SDM indonesia dalam teknologi nuklir, menurut saya tidak lebih dari sebuah mental inferior yang telah ditanamkan penjajah kepada kita selama bertahun &#8211; tahun, sehingga pemikiran ini bak warisan &#8211; diturunkan turun temurun dari generasi ke genarasi, sehingga kita selalu berpikiran bahwa bangsa lain lebih hebat dari kita, bangsa lain lebih pandai dari kita. Padahal pada kenyataannya sekali &#8211; kali tidaklah demikian. Mental inferior inilah yang harus dihapuskan dari pemikiran para generasi muda jika bangsa kita ingin maju. Sejarah telah membuktikan bahwa kita mampu merdeka dengan keringat dan darah kita sendiri, dan bukan merupakan pemberian orang lain. Ini sebenarnya merupakan tanda bahwa kita adalah sejajar dengan bangsa &#8211; bangsa lain, bahwa bangsa ini merupakan bangsa besar yang juga mampu untuk melakukan apa yang bangsa lain telah lakukan demi kemajuan negerinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SDM indonesia tidak siap mengoperasikan PLTN. Itulah salah satu alasan yang sering dilontarkan orang ketika mereka tidak setuju tentang rencana pemerintah membangun PLTN di indonesia. Ini tergambar dari sebuah topik dalam sebuah forum diskusi yang sering saya ikuti. Mereka berdalih bahwa sumber daya manusia dan teknologi indonesia tidak sanggup untuk mengelola teknologi canggih ini. Atas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[362,421,464,496,540,558],"jetpack-related-posts":[{"id":178,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=178","url_meta":{"origin":1556,"position":0},"title":"Mengapa Menolak PLTN ? ( Bagian 3 )","date":"22 Agustus 2008","format":false,"excerpt":"Setelah sekian lama tertunda, saya akan melanjutkan lagi sambungan serial tulisan saya yang sebelumnya mengenai bantahan terhadap presepsi negatif masyarakat terhadap PLTN. Tidak tahu kenapa tiba - tiba muncul kembali keinginan saya untuk membahas lagi topik ini. Apakah mungkin setelah blog walking ke beberapa blog yang membahas tentang PLTN ya?\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":506,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=506","url_meta":{"origin":1556,"position":1},"title":"Jika Bangsa Lain Mampu, Kenapa Kita Tidak?","date":"26 Mei 2009","format":false,"excerpt":"\"Orang Indonesia agak lebih ceroboh daripada orang Jepang,\" Itulah alasan yang dikemukakan kata Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla ketika menyatakan bahwa partai yang dipimpinya tidak mendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai sumber energi alternatif di Indonesia. Hal ini disampaikannya pada forum diskusi 'Pengusaha Bertanya, Parpol Menjawab' di Hotel Four\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":127,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=127","url_meta":{"origin":1556,"position":2},"title":"Mengapa Menolak PLTN? (Bagian 1)","date":"9 Juni 2008","format":false,"excerpt":"Ketika saya berjalan - jalan keliling jogja dengan menggunakan TransJogja, saya menyempatkan berkunjung di toko buku Gramedia. Hal yang lain saya temui adalah di depan toko tersebut terdapat dua orang berbaju hijau mengaku dirinya dari greenpeace sedang sibuk membagikan brosur kepada pengunjung yang akan masuk gramedia. Sayapun menyempatkan melihat -\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1556"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1556"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1556\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}