{"id":1442,"date":"2011-11-28T23:55:16","date_gmt":"2011-11-28T16:55:16","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1442"},"modified":"2011-11-28T23:55:16","modified_gmt":"2011-11-28T16:55:16","slug":"mana-yang-boleh-dijual-mana-yang-tidak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1442","title":{"rendered":"Mana Yang Boleh Dijual, Mana Yang Tidak"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\">Jika kita ingin suatu peradaban yang bener, kita harus tahu, tentang apa \u2013 apa yang pantas untuk diperdagangkan, dan apa \u2013 apa yang tidak boleh atau tidak pantas untuk diperdagangkan. Kehancuran bangsa ini disegala bidang karena tidak lagi bisa membedakan mana yang boleh dan mana yang harusnya tidak diperdagangkan.<\/p>\n<p align=\"justify\">Ambil contoh ketika pasien berobat, pasien harus membayar sejumlah biaya, karena tempat yang digunakan dokter itu<em> kan nyewa<\/em>, jadi pasien diminta toleransinya untuk juga<em> urunan mbayar<\/em>, begitu juga jarum dan obat suntiknya \u2013 jika pasien tersebut disuntik. Jarum dan obat suntik itu kan beli. Jadi pasien juga harus mengganti dong, biaya obat dan jarum suntik itu.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p align=\"justify\">Tapi peristiwa dokter mendiagnosa, ngobatin, nyuntik pasien, itu jangan dijadikan barang jualan, karena hal itu sudah masuk wilayah akhlak, wilayah moral yakni melayani seorang seorang hamba Tuhan agar berpindah dari sakitnya menuju sehat. Kira \u2013 kira bisa <em>nggak<\/em> dokter membedakan ini?<\/p>\n<p>Begitu juga ketika di sekolah, murid pasti dikenakan biaya tiap bulannya, karena memang gedungnya itu perlu perawatan, begitupula bangkunya harus dibayar. Tapi peristiwa guru memberikan ilmu itu jangan dijadikan barang dagangan, karena itu juga masuk wilayah akhlak. Jatuhlah nilai ilmu, kalau transfer ilmu dinilai dengan uang.<\/p>\n<p align=\"justify\"><em>Terus<\/em> ada yang nyeletuk,<\/p>\n<blockquote>\n<p align=\"justify\">Jadi guru tidak makan dong?<\/p>\n<\/blockquote>\n<p align=\"justify\">Ya tetep makan, kan masih banyak hal lain yang bisa dihargai, waktu Si guru harus dibayar, begitupula pengabdian si guru harus dihargai.<\/p>\n<p align=\"justify\">Memang bedanya tipis tapi harus dibedakan mana wilayah perdagangan, mana wilayah moral.<\/p>\n<p align=\"justify\">Empat bidang yang harusnya murni sebuah pelayanan, dan jangan sampai ada perdagangan disana yakni pendidikan, kesehatan, agama, dan budaya. Empat wilayah tersebut harusnya jangan sampai dimasuki kapitalisme. Jika kita ingin peradaban yang bener \u2013 bener peradaban.<\/p>\n<p align=\"justify\">Namun sekarang, seperti yang dijelaskan. Ini semua tidak bisa dibedakan, mana yang boleh dijual mana yang tidak pantas dijual semuanya dicampur, agamapun sudah menjadi barang komoditi.<\/p>\n<p align=\"justify\">prihatin..<\/p>\n<p align=\"justify\">\n<p align=\"right\">______________<\/p>\n<p align=\"right\">KenduriCinta<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika kita ingin suatu peradaban yang bener, kita harus tahu, tentang apa \u2013 apa yang pantas untuk diperdagangkan, dan apa \u2013 apa yang tidak boleh atau tidak pantas untuk diperdagangkan. Kehancuran bangsa ini disegala bidang karena tidak lagi bisa membedakan mana yang boleh dan mana yang harusnya tidak diperdagangkan. Ambil contoh ketika pasien berobat, pasien [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1602,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[243,410],"jetpack-related-posts":[{"id":1352,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1352","url_meta":{"origin":1442,"position":0},"title":"Nation Character Building - (Bagian 1)","date":"4 Oktober 2011","format":false,"excerpt":"Bung Karno: Nation Character Building Seperti yang dahulu Bung Karno pernah katakan, dalam tahap awal, yang pertama-tama harus dibangun oleh negara ini adalah karakternya, ya, Nation Character Building. Intisari pokok mandat \u00a0yang diterima Bung Karno waktu itu dari MPRS adalah membangun bangsa dari kemorosotan jaman kolonial untuk dijadikan bangsa \"berjiwa\"\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":822,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=822","url_meta":{"origin":1442,"position":1},"title":"Khusus Dewasa","date":"29 Januari 2010","format":false,"excerpt":"Ujian hari ini bisa disebut ujian horor semester ini. Kenapa horor?\u00a0 Tidak lain dan tidak bukan karena film yang paling horor-pun tak kan mampu membuat saya begadang semalaman dan hanya tidur malam selama 1,5 jam. Yah, 1,5 jam!! Bagaimana menurut anda? Istimewa? Atau biasa saja. Bagi saya hal ini bukanlah\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3804,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3804","url_meta":{"origin":1442,"position":2},"title":"Sarjana To be","date":"20 September 2017","format":false,"excerpt":"Setiap orang tua selalu ingin menyekolahkan anaknya setinggi - setingginya. si anak harus lebih baik daripada orang tuanya. Jangan menjadi orang kecil seperti mereka yang tidak tentu perbulan dapat berapa. Begitulah jika ditanya kepada setiap orang tua, mengapa mereka bersedia banting tulang lebih keras demi menyekolahkan si buah hati. Itu\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/1370738959078.jpg?fit=1200%2C1000&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1442"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1442"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1442\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1442"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1442"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1442"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}