{"id":1385,"date":"2011-10-29T23:00:44","date_gmt":"2011-10-29T16:00:44","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1385"},"modified":"2011-10-29T23:00:44","modified_gmt":"2011-10-29T16:00:44","slug":"apa-kabarmu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1385","title":{"rendered":"Apa Kabarmu?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Apa kabar sunyi, aku tahu kepada siapa engkau berbisik. Bisikanlah pesan rinduku padanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa kabarmu angin, Engkau tidak pernah berhenti berhembus di tanah bumi. Sebagaimana aku yang tak pernah berhenti memikirkannya. Kau pasti mengetahui apa yang kuresahkan. Tolonglah aku, agar mampu mencuri masuk dalam mimpinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa kabarmu malam, tiada henti-hentinya engkau merindukan siang. Sebagaimana aku merindukannya. Aku tahu rindumu kini, rindu yang tidak kepalang. namun ingatlah malam, rindumu, rindu yang mengatasi ruang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa kabarmu bintang, aku tahu kepada siapa engkau bergemelapan. Sebagaimana aku, setiap detak jantung dalam dada adalah ungkapanku kepadanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa kabar Kesedihan, aku tahu kamu juga rindukan Kebahagiaan, kita dalam arah yang sama. Bagaimana jika kita berteman saja?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa kabar waktu, \u00a0aku habiskan diriku bersamamu untuk mengungkapkan kata demi kata untuk membingkai peristiwaku padanya. Meski aku tahu, bahwa kata hanyalah buih dalam samudera pasifik rasaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa kabar Kasih, aku tahu engkau tiada mendengarku. Namun aku percaya sunyi, angin, malam, bintang, kesedihan dan waktu akan mengirimkan pesanku bahwa ku sungguh mencintaimu lebih dari setiap detik<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa kabar sunyi, aku tahu kepada siapa engkau berbisik. Bisikanlah pesan rinduku padanya. Apa kabarmu angin, Engkau tidak pernah berhenti berhembus di tanah bumi. Sebagaimana aku yang tak pernah berhenti memikirkannya. Kau pasti mengetahui apa yang kuresahkan. Tolonglah aku, agar mampu mencuri masuk dalam mimpinya. Apa kabarmu malam, tiada henti-hentinya engkau merindukan siang. Sebagaimana aku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1376,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[100],"jetpack-related-posts":[{"id":47,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=47","url_meta":{"origin":1385,"position":0},"title":"Seseorang yang Hatiku Mencintainya 2","date":"25 Februari 2008","format":false,"excerpt":"Sang malam sekarang duduk dengan tenang dalam singgasana kesunyian, menyaksikan para pecinta yang sedang diliputi rasa rindu sembari mengagungkan nama Allah. Angin berkejar-kejaran dengan dingin di tanah gelap. Saat ini, tahukah duhai sahabat hatiku, seluruh elektron di hatiku yang selama ini mengorbit di lintasan valensi jiwaku, kini sedang dalam keadaan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":101,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=101","url_meta":{"origin":1385,"position":1},"title":"Mengertilah Aku","date":"26 April 2008","format":false,"excerpt":"Duh, kenapa engkau ini? Tiada henti - hentinya menyayatkan sembilu di hati. Melarikan seluruh rasa ini dan membuatku merasa di persimpangan, bingung untuk memilih jalan yang harus kulalui. Berulang - ulang kali kau seperti ini dan membuatku tidak pernah mengerti akan hal ini. Tahukah kalau semua dari mereka membicarakan diriku.\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":2992,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2992","url_meta":{"origin":1385,"position":2},"title":"Proxima Centauri (Bagian ke - 9)","date":"6 Mei 2015","format":false,"excerpt":"\"Begitu ya?\" Sahut Kiran. \"Memang, waktu tak bisa dihentikan. Semuanya\u00a0akan berubah, kita tidak akan bisa mempertahankan kenangan lalu untuk bisa menjadi kenyataan hari ini. Sejarah memang bisa saja berulang. Tapi waktu tidak pernah berputar. Senja hari ini akan selalu saja berbeda dengan senja kemarin, dan akan berlainan di esok hari.\"\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Novel\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/wpid-img_20150419_2218281.jpg?fit=599%2C590&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1385"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1385"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1385\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}