{"id":1367,"date":"2011-10-04T15:08:46","date_gmt":"2011-10-04T08:08:46","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1367"},"modified":"2011-10-04T15:08:46","modified_gmt":"2011-10-04T08:08:46","slug":"nation-character-building-bagian-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1367","title":{"rendered":"Nation Character Building &#8211;  Bagian 2"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/pancasila.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"1369\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=1369\" data-orig-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/pancasila.jpg?fit=241%2C156&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"241,156\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"pancasila\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/pancasila.jpg?fit=241%2C156&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/pancasila.jpg?fit=241%2C156&amp;ssl=1\" class=\"alignleft size-full wp-image-1369\" title=\"pancasila\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/pancasila.jpg?resize=241%2C156\" alt=\"\" width=\"241\" height=\"156\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Marilah kita tengok, bahwa sebenarnya bangsa ini memiliki falasafah yang sangat bagus sekali, Sila Pertama dalam <a class=\"zem_slink\" title=\"Pancasila (politics)\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Pancasila_%28politics%29\" rel=\"wikipedia\">Pancasila<\/a> berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa. Falsafah tersebut menjiwai semuanya. Kalau diterjemahkan dalam prespektif <a class=\"zem_slink\" title=\"Islam\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Islam\" rel=\"wikipedia\">Islam<\/a> artinya<em> \u00a0Lailahaillah<\/em>, kalimat ini harusnya tidak hanya menjadi ucapan saja namun juga harus menjelma menjadi pergerakan ataupun pemikiran. Jadi gerakan apapun kalau tidak didahului dengan Ketuhanan yang Maha Esa (dalam pengertian Lailahaillah) maka akan sia-sia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana pada <a title=\"Nation Character Building \u2013 (Bagian\u00a01)\" href=\"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/2011\/10\/04\/nation-character-building-bagian-1\/\">bagian 1 tulisan ini<\/a>, kita sebagai bangsa, dijajah oleh materi, yang artinya \u00a0kita tidak hanya menjadi hamba Tuhan, tapi juga menjadi hamba materi. Apa konsekuensinya? Konsekuensinya jika kita tidak mau hanya dijajah oleh Tuhan, maka semuanya akan menjadi Tuhan. Hasilnya sekarang &#8220;kepentingan&#8221; menjadi Tuhan, karena tiap orang memiliki kepentingannya sendiri-sendiri, akhirnya \u00a0Tuhannya ada banyak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketuhanan Yang Maha Esa adalah nilai universal, <a class=\"zem_slink\" title=\"Hindu\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Hindu\" rel=\"wikipedia\">Hindu<\/a>, <a class=\"zem_slink\" title=\"Budha\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Budha\" rel=\"wikipedia\">Budha<\/a>, Islam semuanya mengenal ketuhanan.\u00a0\u00a0Jika dilihat dari Islam bahwa yang berkuasa itu hanya <a class=\"zem_slink\" title=\"Allah\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Allah\" rel=\"wikipedia\">Allah<\/a>. \u00a0Namun yang menjadi masalah ketika hal tersebut tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari &#8211; hari. Sehingga yang terjadi adalah terlalu berlebihan dalam memandang dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pepatah orang \u00a0jawa yang \u00a0mengatakan bahwa &#8220;dunia itu\u00a0<em>cuma mampir ngumbe&#8221;<\/em> (dunia hanya sekedar mampir minum) sekarang \u00a0tidak berlaku lagi, yang berlaku adalah &#8220;dunia adalah sebagai tempat tinggal&#8221; bukan sekedar mampir. Nah, ketika dunia yang menjadi tujuan maka yang terjadi adalah malapetaka. Karena sumber dari segala malapetaka adalah ketika dunia dan materi sudah dianggap sebagai Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Malapetaka seperti apa? Lihat saja sekarang ini, meskipun bangsa kita telah merdeka semenjak 1945, tetap saja kita tidak berkuasa. \u00a0Banyak sekali kekayaan bangsa yang dikuasi oleh asing. Padahal sesunggunya kita adalah hamba Tuhan yang diperintah untuk menjadi penguasa, bukan untuk jadi budak. Kita diciptakan oleh Tuhan kita untuk menjadi khalifah. Tetapi apa yang terjadi di <a class=\"zem_slink\" title=\"Indonesia\" href=\"http:\/\/maps.google.com\/maps?ll=-6.175,106.828333333&amp;spn=10.0,10.0&amp;q=-6.175,106.828333333 (Indonesia)&amp;t=h\" rel=\"geolocation\">Indonesia<\/a>? Kepada Tuhan kita tidak memperhambakan diri, namun justru kita memperhambakan diri pada selain Allah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kita tidak memperhambakan pada Allah, dan memperhambakan pada siapa saja, maka yang terjadi kita tidak akan punya nilai apa-apa. Akhirnya kita akan jadi budak. Karena yang namanya budak itu tidak mempunyai apa-apa. Jadi jika permasalahannya bangsa kita tidak memiliki apa-apa, hal itu dikarenakan kita adalah bangsa budak. Cara satu-satunya agar memiliki sesuatu, ya harus jadi penguasa. Dan agar menjadi penguasa harusnya tidak menyembah yang lain, yang disembah hanya \u00a0Tuhan saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itulah harus ada yang namanya pembangunan karakter bangsa <em>(Nation Character Building<\/em>) merubah pemikiran dari Tuhan banyak (polytheisme) menjadi Tuhan satu (monoteisme). <a class=\"zem_slink\" title=\"Dari (Persian)\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Dari_%28Persian%29\" rel=\"wikipedia\">Dari<\/a> tuhan-tuhan berupa materialisme, rasialisme, dan isme-isme yang lain dilebur dan diganti dengan hanya Allah yang kita Tuhankan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marilah kita tengok, bahwa sebenarnya bangsa ini memiliki falasafah yang sangat bagus sekali, Sila Pertama dalam Pancasila berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa. Falsafah tersebut menjiwai semuanya. Kalau diterjemahkan dalam prespektif Islam artinya \u00a0Lailahaillah, kalimat ini harusnya tidak hanya menjadi ucapan saja namun juga harus menjelma menjadi pergerakan ataupun pemikiran. Jadi gerakan apapun kalau tidak didahului [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1370,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[34,82,189,199,376],"jetpack-related-posts":[{"id":3424,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3424","url_meta":{"origin":1367,"position":0},"title":"Tuhan Bekerja Dibalik Seorang Programmer","date":"7 Januari 2016","format":false,"excerpt":"Tuhan bekerja dibalik seorang programmer. Ya,\u00a0itulah yang terjadi hari ini. Di saat ada aduan\u00a0seorang client terhadap\u00a0error dari sebuah program di mesin\u00a0production. \u00a0Awalnya saya merasa diri saya seorang pakar, lalu mencoba mendiagnosa dan mencari\u00a0root cause dari error \u00a0yang terjadi, namun sayang, dugaan demi dugaan kandas, tidak satupun analisa saya berhasil menjadi\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/20150914035005.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2585,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2585","url_meta":{"origin":1367,"position":1},"title":"Kita Tak Sendiri dalam Panah Waktu","date":"7 April 2015","format":false,"excerpt":"Sebagaimana teori Dirac, setiap zarah memiliki anti zarah-nya, yang bila mereka bertemu, akan saling menghilangkan. Ketika positron\u00a0dan elektron bertemu dalam sebuah ruang waktu\u00a0lalu\u00a0teranihilasi menjadi kilatan cahaya? Apakah takdir yang mempertemukan mereka? Ataukah semata kebetulan dari hitung-hitungan probabilitas kita? Apakah positron sengaja mencari elektronnya? Ataukah sebaliknya,\u00a0elektron yang menemukan positronnya? Atau mereka\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/time_travel.jpg?fit=500%2C500&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1941,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1941","url_meta":{"origin":1367,"position":2},"title":"Masjid Seluas Langit dan Bumi","date":"3 Juni 2013","format":false,"excerpt":"Hidup itu masalah bagaimana kita menentukan yang mana yang merupakan tujuan dan yang mana yang merupakan jalan. Dari situlah kita bisa meletakkan skala prioritas. Mereka yang meletakkan akhirat sebagai prioritas, ia akan melakukan segala cara mencapai kehidupan akhirat yang sebaik - baiknya. Siapa saja yang membereskan urusan dunianya terlebih dahulu,\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1367"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1367"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1367\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1367"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1367"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1367"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}