{"id":124,"date":"2008-06-02T15:39:12","date_gmt":"2008-06-02T08:39:12","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=124"},"modified":"2008-06-02T15:39:12","modified_gmt":"2008-06-02T08:39:12","slug":"salam-untukmu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=124","title":{"rendered":"Salam Untukmu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify;\">Salam untuk engkau duhai gadis pujaan hati. Tiada detik yang kulewatkan melainkan selalu mengingatmu. Tiada mimpi dalam tidurku melainkan memimpikanmu. Tiada hari dalam hidupku melainkan mencintaimu. Sungguh mati, malam ini serasa kau disini, menemani sunyiku di tengah kebisingan dunia. Bercengkrama dan bermesra dalam dinginnya malam.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><!--more-->Duhai gadis, jangan kau bunuh aku dengan mengacuhkanku saat ini. Sungguh aku hilang tanpamu. Kumohon, janganlah kemana &#8211; mana malam ini.  Aku ingin berdua saja denganmu dalam dunia sepi ini bersama. Aku tiada pernah meminta sesuatu apapun darimu, aku hanya memohon temanilah aku malam ini. Hiburlah sedihku ini, redamlah amarahku ini, dan hilangkan letih jiwaku ini.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Salam untuk engkau  duhai gadis yang pesonanya membuat cemburu para bidadari di surga. Engkaulah  satu  &#8211; satunya matahariku sedangkan wanita &#8211; wanita lain hanyalah bintang &#8211; bintang. Kala matahari terbit, maka tak ada satu bintangpun yang nampak. Engkaulah oksigen untuk setiap alveolus jiwaku. Hemoglobin dalam trombosit darahku. Dan Elektron yang mengorbit di sekitar inti hatiku.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Bagaimana mungkin mereka bisa menyuruhku diam, sedangkan bayangmu tiada pernah diam meracuni syaraf pikiran ini. Sungguh, keelokan parasmu tak akan pernah habis dibicarakan dunia, tak akan pernah usai dimakan zaman,  dan tak akan pernah pudar ditelan malam. Biarkan saat ini aku disampingmu, mengagumi, dan berbicara denganmu, biarkanlah waktu berhenti sejenak untuk kita berdua.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salam untuk engkau duhai gadis pujaan hati. Tiada detik yang kulewatkan melainkan selalu mengingatmu. Tiada mimpi dalam tidurku melainkan memimpikanmu. Tiada hari dalam hidupku melainkan mencintaimu. Sungguh mati, malam ini serasa kau disini, menemani sunyiku di tengah kebisingan dunia. Bercengkrama dan bermesra dalam dinginnya malam.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[2,6],"tags":[71,100,242],"jetpack-related-posts":[{"id":47,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=47","url_meta":{"origin":124,"position":0},"title":"Seseorang yang Hatiku Mencintainya 2","date":"25 Februari 2008","format":false,"excerpt":"Sang malam sekarang duduk dengan tenang dalam singgasana kesunyian, menyaksikan para pecinta yang sedang diliputi rasa rindu sembari mengagungkan nama Allah. Angin berkejar-kejaran dengan dingin di tanah gelap. Saat ini, tahukah duhai sahabat hatiku, seluruh elektron di hatiku yang selama ini mengorbit di lintasan valensi jiwaku, kini sedang dalam keadaan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":193,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=193","url_meta":{"origin":124,"position":1},"title":"Marilah Kita Bercita","date":"27 Agustus 2008","format":false,"excerpt":"Aku menuliskan kata - kata ini dalam margin - margin pikiranku. Membuka semua rasa yang sempat tersimpan rapi, membuka semua pintu hati yang dulu terkunci, dan membongkar semua rahasia yang pernah tersembunyi dalam dada ini. Masih kudengarkan pelan, rintihan semak belukar yang tercabut dari akarnya. Menghembuskan kesedihan yang memenuhi seluruh\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":134,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=134","url_meta":{"origin":124,"position":2},"title":"Lelahku","date":"13 Juni 2008","format":false,"excerpt":"Angin, saat ini ku tak ingin disini, bawaku berlari ke duniamu, terbang bersama awan - awan putih, menikmati kasihku di langit biru. 'Ku telah lelah disini, penatku tiada menahan, sakitku tiada bertepi, perasaanku tertransformasi dalam tubuh dan raga yang hilang ini. Aku terkapar dalam kensunyian yang memekakan telingaku. Aku terserak\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/124"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=124"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/124\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}