{"id":12,"date":"2008-01-02T05:56:15","date_gmt":"2008-01-02T05:56:15","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/2008\/01\/02\/tahun-baru\/"},"modified":"2008-01-02T05:56:15","modified_gmt":"2008-01-02T05:56:15","slug":"tahun-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=12","title":{"rendered":"Tahun Baru!!"},"content":{"rendered":"<p><!-- \t\t@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } \t\tP { margin-bottom: 0.21cm } \t--><\/p>\n<p align=\"justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2008\/01\/bumi.jpg?resize=116%2C116\" alt=\"\" width=\"116\" height=\"116\" align=\"left\" data-recalc-dims=\"1\" \/>Hari ini adalah hari ke dua di tahun yang baru ini. tepat dua hari yang lalu, orang bersorak- sorai merayakan malam dari pergantian tahun. Lalu apa sih arti dari pergantian tahun???Kalo kita tilik dari ilmu astronomi tentu kita tahu bahwa menurut kalender masehi, satu tahun adalah waktu yang dibutuhkan bumi berevolusi mengelilingi matahari. Jadi intinya sorak sorai, nyala kembang api, dan tiupan terompet di mana-mana itu adalah dalam rangka merayakan bumi kita yang genap sudah berevolusi mengelilingi matahari. Namun sadar atau tidak, kita sudah membikin sebuah kesalahan, karena &#8211; seperti yang kita tahu &#8211; waktu revolusi bumi kita tidaklah tepat satu tahun. melainkan 265,25 hari. (Inilah alasan kenapa di tiap 4 tahun sekali ada yang disebut tahun kabisat). jadi merayakan detik &#8211; detik pergantian tahun di jam 00.00 adalah dirasa tidak tepat. Karena seharusnya kita merayakan detik &#8211; detik pergantian tahun adalah di jam 6.00 pagi.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p align=\"justify\">Lalu kenapa kita rayakan pergantian tahun tersebut??bukankah malam &#8211; malam pergantian tahun tersebut sama dengan malam &#8211; malam yang biasa?lalu apa istimewanya malam tersebut, sehingga banyak orang berbondong &#8211; bondong meniup terompet, menyalakan kembang api, konvoi keliling kota dan lain &#8211; lain. Lalu kenapa mereka melakukan itu??bukankah merayakan genapnya satu kali revousi bumi itu bisa kapan saja??seandainya saya menghitung peredaran revolusi bumi adalah mulai jam 9 pagi tanggal 3 maret 2007 maka saya akan merayakan waktu genapnya satu kali revolusi bumi itu di jam 9 pagi tanggal 3 maret 2008.<\/p>\n<p align=\"justify\">Nah dari sini saya berpikir lalu apa hikmah dari perayaan Tahun baru itu??apakah itu pertanda kesenangan kita karena menyongsong tahun yang baru itu??apakah bukan justru tiap detik adalah mendekatkan kita kepada kematian??jadi kita selama ini bersorak &#8211; sorai karena kita semakin dekat dengan mati&#8230;??? bukankah di tahun lalu kita sudah banyak melakukan kesia-sian dan dosa??apakah letusan kembang api itu dalam rangka merayakan bahwa kita bangga dengan dosa &#8211; dosa kita??ataukah apa??<\/p>\n<p align=\"justify\">mungkin anda tahu jawabannya?<\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0;\" align=\"justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari ini adalah hari ke dua di tahun yang baru ini. tepat dua hari yang lalu, orang bersorak- sorai merayakan malam dari pergantian tahun. Lalu apa sih arti dari pergantian tahun???Kalo kita tilik dari ilmu astronomi tentu kita tahu bahwa menurut kalender masehi, satu tahun adalah waktu yang dibutuhkan bumi berevolusi mengelilingi matahari. Jadi intinya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[5,8],"tags":[85,315,471,531,537],"jetpack-related-posts":[{"id":3413,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3413","url_meta":{"origin":12,"position":0},"title":"Merayakan Kerugian dalam Kemegahan","date":"31 Desember 2015","format":false,"excerpt":"Saya membuat tulisan ini pada malam tahun baru di tanggal 31 Desember 2015. Kira - kira hitungan jam lagi perhitungan kalender masehi\u00a0masuk di tahun 2016. Seperti biasanya, kala malam tahun baru saya\u00a0mengurung diri semalaman di kamar sendirian. Mengasingkan diri dari riuh rendah euforia manusia yang tumpah ruah ke jalanan. Berkumpul\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2012\/07\/englishtime.jpg?fit=1024%2C768&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":3998,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3998","url_meta":{"origin":12,"position":1},"title":"Tahun Baru, Masa Depan, Masa Silam","date":"30 Desember 2017","format":false,"excerpt":"Libur akhir tahun tiba, besok sudah menjadi malam pergantian tahun. Meskipun secara ruhani, malam pergantian tahun bisa terjadi di setiap malam. Resolusi tidak perlu dibuat tiap tahun, namun bisa tiap hari, tiap malam, tiap saat, tanpa perlu menunda- nundanya ke pergantian satuan waktu. Kebaikan - kebaikan kecil yang dilakukan terus\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/IMG_20150405_082256-300x300.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2591,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2591","url_meta":{"origin":12,"position":2},"title":"Proxima Centauri (Bagian Ke - 1)","date":"9 April 2015","format":false,"excerpt":"Kita duduk sedekat ini, malam ini, di bangku taman, disaksikan pohon palem, dan lampu - lampu redup ibu kota. Kau dan aku terpisah hati di beberapa sentimeter ruang udara. Ruang udara yang membuatku bertanya. Mengapa tidak sedikit lagi kita singkirkan sisa ruang ini untuk sementara waktu mengisinya dengan cerita -\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?fit=1200%2C724&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}