{"id":1182,"date":"2011-02-28T08:53:55","date_gmt":"2011-02-28T01:53:55","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1182"},"modified":"2011-02-28T08:53:55","modified_gmt":"2011-02-28T01:53:55","slug":"konflik-dipo-alam-dan-netralitas-media","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1182","title":{"rendered":"Konflik Dipo Alam  dan Netralitas Media"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">&#8220;Ada koran dan televisi yang setiap menit dan jam memberitakan soal keburukan, sampai gambarnya diulang-ulang setiap hari lalu menyebut pemerintah gagal sehingga terjadi misleading di masyarakat. Itu kan salah, boikot saja,&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">&nbsp;<\/p>\n<figure style=\"width: 200px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"detik.com\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/images.detik.com\/content\/2011\/02\/24\/10\/dipo.luar.jpg?resize=200%2C230\" alt=\"detik.com\" width=\"200\" height=\"230\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">detik.com<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align:justify;\">pernyataan Dipo Alam, \u00a0di sela-sela jeda rapat pematangan rencana induk percepatan dan pembangunan ekonomi 2025 di <a class=\"zem_slink\" title=\"Bogor Palace\" rel=\"geolocation\" href=\"http:\/\/maps.google.com\/maps?ll=-6.59803333333,106.797336111&amp;spn=0.01,0.01&amp;q=-6.59803333333,106.797336111 (Bogor%20Palace)&amp;t=h\">Istana Bogor<\/a>, Senin (21\/2) silam ini menjadi mula konflik antara Dipo Alam Vs <a class=\"zem_slink\" title=\"MetroTV\" rel=\"homepage\" href=\"http:\/\/www.metrotvnews.com\/\">Metro TV<\/a>, TVONE dan <a class=\"zem_slink\" title=\"Media Indonesia\" rel=\"homepage\" href=\"http:\/\/www.mediaindonesia.com\/\">Media Indonesia<\/a>. Ujungnya \u00a0pukul 14.30 <a class=\"zem_slink\" title=\"Time in Indonesia\" rel=\"wikipedia\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Time_in_Indonesia\">WIB<\/a>, Sabtu (26\/2\/2011) Metro TV dan Media Indonesia melaporkan Sekretaris Kabinet (Seskab) ini ke Bareskrim, Mabes Polri<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><!--more-->Menurut Kaligis, kuasa hukum dri Metro TV dan Media indonesia, banyak pihak yang mengkritik pemerintahan <a class=\"zem_slink\" title=\"Susilo Bambang Yudhoyono\" rel=\"homepage\" href=\"http:\/\/www.presidensby.info\/\">SBY<\/a> dan bahkan meminta SBY mundur sebagai presiden.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Ada juga demo personifikasi Presiden seperti kerbau. Ini apa maksudnya Dipo? Ini seperti mencoba mengibas kasus besar untuk mengibas kasus kecil,&#8221; kata dia.<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">Kaligis menambahkan, pihaknya menuntut Dipo dengan UU 14\/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan UU 40\/1999 tentang Pers pasal 4 ayat 2. Waktu 3&#215;24 jam yang diberikan Metro TV dan Media Indonesia kepada Dipo untuk meminta maaf tidak juga dipergunakan. Karena terus membandel, Dipo akhirnya dilaporkan oleh dua media ini ditemani pengacara kondang.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Membaca berita ini, saya tidak menyalahkan Dipo Alam, meskipun pernyataannya mungkin berlebihan, karena tentu tetap tidak layak pernyataan seperti itu keluar dari mulut seorang seskab. Tapi saya memahami kegeraman yang dirasakan Pak Dipo, mengingat pernyataan Dipo Alam tersebut beralasan. Ambil saja contoh kasus pemberitaan \u00a0&#8220;<a href=\"http:\/\/metrotvnews.com\/read\/newsprograms\/2011\/01\/23\/8039\/347\/Presiden-Minta-Naik-Gaji\">Presiden minta naik gaji<\/a>&#8221; merupakan hasil pemlintiran pernyataan Presiden oleh media. Saya tidak tahu media mana yang memulai, tapi karena saya setiap hari menonton Metro TV, saya mengamati \u00a0bahwa Metro TV begitu mem<em>blowup <\/em>masalah ini. Meskipun sebenarnya Pernyataan presiden jika kita pikirkan secara jernih bukanlah \u00a0meminta kenaikan gaji. Pernyataan ini kurang lebih bisa diartikan sebagai berikut<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">&#8221;\u00a0Kalian semua sudah naik gaji, \u00a0kerjanya harus ditingkatkan. Saya sudah tahun ke 7 tidak naik gaji&#8230; gak masalah.. yang penting gaji anda &#8211; anda dulu yang di utamakan&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">Menurut Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha\u00a0Tujuan dari penyampaian tersebut adalah untuk menekankan bahwa pemerintah secara bersungguh-sungguh akan memerhatikan tingkat kesejahteraan prajurit, termasuk juga jajaran pimpinan TNI dan Polri dan PNS lainnya. Remunerasi adalah suatu bentuk konkret yang telah dilakukan dalam masa pemerintahan SBY. Jadi, tidak ada istilah curhat. Itu terlalu berlebihan,&#8221; kata Julian<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Namun, sadar ataupun tidak, media dalam hal ini Metro TV dan <a class=\"zem_slink\" title=\"TV One (New Zealand)\" rel=\"homepage\" href=\"http:\/\/www.tvone.co.nz\">TV ONE<\/a> sengaja ataupun tidak sengaja memelintir pernyataan Presiden sehingga menggiring opini negatif dari publik. Sungguh patut disesalkan, mengingat Metro TV dan TV ONE adalah stasiun TV Berita bukan <a class=\"zem_slink\" title=\"Government Open Systems Interconnection Profile\" rel=\"wikipedia\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Government_Open_Systems_Interconnection_Profile\">GOSIP<\/a>, mereka harusnya memaparkan berita apa adanya tanpa di embel-embeli opini pribadi, biarkan publik yang menilai.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Contoh Kedua adalah bagaimana pemberitaan dari masing-masing stasiun televisi cenderung ditunggangi kepentingan dari pihak tertentu dalam lembaga penyiaran itu. \u00a0TV ONE \u00a0misalnya yang memiliki moto <em>Terdepan Mengabarkan<\/em> dan juga dan juga VIVANEWS, ternyata \u00a0begitu dicari, saya tidak menemukan berita yang memojokan Nurdin Halid, seperti halnya berita tentang \u00a0pernyataan Menpora yang \u00a0dikutip <a href=\"http:\/\/www.detiksport.com\/read\/2011\/02\/21\/140806\/1575168\/76\/pemerintah-peringatkan-pssi-minta-hasil-verifikasi-diubah\">detik.com<\/a> sebagai \u00a0berikut<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">&#8220;Kami, pemerintah dan KONI\/KOI mengingatkan kepada <a class=\"zem_slink\" title=\"Football Association of Indonesia\" rel=\"wikipedia\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Football_Association_of_Indonesia\">PSSI<\/a> tentang ketentuan yang berlaku, antara lain dalam Pasal 62 ART KONI, bahwa setiap anggota pengurus induk organisasi harus memenuhi persyaratan tidak pernah tersangkut perkara pidana atau dijatuhi hukuman penjara.&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">Yang saya temukan di VIVANEWS \u00a0hanyalah <a href=\"http:\/\/bola.vivanews.com\/news\/read\/205725-menpora-ancam-komding-pssi-soal-calon-ketum\">berita in<\/a>i, dan tidak ada kutipan pernyataan diatas. Sengaja atau tidak kelihatannya media tersebut telah menutupi beberapa fakta yang seharusnya diketahui masyarakat. Hal yang sama terjadi pada kasus Lumpu Lapindo yang mungkin kita tidak akan menemukan berita yang memojokan Keluarga Bakrie di TV One.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Setali tiga uang dengan Metro TV yang memiliki moto <em>knowledge to elevate<\/em> ternyata cenderung menjauhi berita yang menyudutkan <em>owner<\/em>-nya <a class=\"zem_slink\" title=\"Surya Paloh\" rel=\"wikipedia\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Surya_Paloh\">Surya Paloh<\/a>. Seperti halnya kasus\u00a0Hotel <a class=\"zem_slink\" title=\"Mount Papandayan\" rel=\"geolocation\" href=\"http:\/\/maps.google.com\/maps?ll=-7.32,107.73&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=-7.32,107.73 (Mount%20Papandayan)&amp;t=h\">Papandayan<\/a>&#8221; atau &#8220;Cipta Graha Nusantara&#8221; . Mungkin anda tidak akan menemukan <a href=\"http:\/\/www.pikiran-rakyat.com\/node\/133297\">berita ini<\/a> di Metro TV.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Ada baiknya pernyataan dari Seskab tersebut disikapi bijak oleh Media yang bersangkutan sebagai momentum untuk introspeksi diri. Dan jangan Pemerintah saja yang harus bijak menyikapi kritik, seharusnya media juga memberikan contoh kepada masyarakat. Mengingat kebebasan Pers yang kita anut adalah kebebasan pers yang bertanggung jawab. Bukankah begitu?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Ada koran dan televisi yang setiap menit dan jam memberitakan soal keburukan, sampai gambarnya diulang-ulang setiap hari lalu menyebut pemerintah gagal sehingga terjadi misleading di masyarakat. Itu kan salah, boikot saja,&#8221; &nbsp; pernyataan Dipo Alam, \u00a0di sela-sela jeda rapat pematangan rencana induk percepatan dan pembangunan ekonomi 2025 di Istana Bogor, Senin (21\/2) silam ini menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[11],"tags":[318,328,363,525,564],"jetpack-related-posts":[{"id":3307,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3307","url_meta":{"origin":1182,"position":0},"title":"Tukang Ojek, Nasibmu Kini","date":"2 Agustus 2015","format":false,"excerpt":"Akhir - akhir ini mulai marak mengenai pemberitaan konflik antara tukang ojek tradisional konvensional yang biasanya mangkal di gang - gang dan sudut - sudut perumahan, dengan tukang ojek pesanan online melalui aplikasi seperti Gojek dan Grabbike. Di beberapa sudut gang marak spanduk - spanduk provokatif yang melawan kehadiran ojek\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/Mengapa-ojek-benci-gojek-grabbike.jpg?fit=620%2C354&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":99,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=99","url_meta":{"origin":1182,"position":1},"title":"Bayang Hidupku","date":"22 April 2008","format":false,"excerpt":"Masih kuberdiri di sudut - sudut reruntuhan dunia, melihat sekeliling dan tiada mengerti apa yang orang -orang perbincangkan. Ego masih saja meresapi dinding -dinding peradaban, meracuni setiap sunsum dan syaraf- syaraf pikiran manusia. Masih belum selesei kumengerti akan hal ini, tiba - tiba saja satu persatu mereka melintasiku, dengan aroma\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":101,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=101","url_meta":{"origin":1182,"position":2},"title":"Mengertilah Aku","date":"26 April 2008","format":false,"excerpt":"Duh, kenapa engkau ini? Tiada henti - hentinya menyayatkan sembilu di hati. Melarikan seluruh rasa ini dan membuatku merasa di persimpangan, bingung untuk memilih jalan yang harus kulalui. Berulang - ulang kali kau seperti ini dan membuatku tidak pernah mengerti akan hal ini. Tahukah kalau semua dari mereka membicarakan diriku.\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1182"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1182"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1182\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}