{"id":1163,"date":"2010-11-28T01:52:34","date_gmt":"2010-11-27T18:52:34","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1163"},"modified":"2010-11-28T01:52:34","modified_gmt":"2010-11-27T18:52:34","slug":"menurunkan-tegangan-5-volt-menjadi-3-volt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1163","title":{"rendered":"Menurunkan Tegangan 5 volt menjadi 3 volt"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Dalam posting kali ini, saya ingin menjawab pertanyaan dari saudara Arso dalam blog <a title=\"Belajar Elektronika Yuk\" href=\"http:\/\/elektronikayuk.wordpress.com\" target=\"_blank\"> <strong>Belajar Elektronika Yuk<\/strong><\/a> tentang bagaimana cara menurunkan tegangan 5 Volt (semisal dari <a class=\"zem_slink\" title=\"Universal Serial Bus\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Universal_Serial_Bus\" rel=\"wikipedia\">USB<\/a>) menjadi tegangan semisal 3 <a class=\"zem_slink\" title=\"Volt\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Volt\" rel=\"wikipedia\">volt<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menurunkan tegangan dari 5 volt menjadi 3 volt bisa digunakan metode <a class=\"zem_slink\" title=\"Voltage divider\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Voltage_divider\" rel=\"wikipedia\">voltage divider<\/a> atau pembagi tegangan sebagai berikut<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/11\/image003.jpg?resize=345%2C268\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-177\" title=\"image003\" src=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/11\/image003.jpg?resize=345%2C268\" alt=\"\" width=\"345\" height=\"268\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Asumsikan saja VS merupakan tegangan 5 Volt dari USB \u2013misalnya. R1 dan R2 merupakan <a class=\"zem_slink\" title=\"Resistor\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Resistor\" rel=\"wikipedia\">resistor<\/a> yang kita gunakan untuk membagi tegangan. Nah, tegangan di R2 mengikuti persamaan sebagai berikut<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/11\/image004.png?resize=111%2C36\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-178\" title=\"image004\" src=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/11\/image004.png?resize=111%2C36\" alt=\"\" width=\"111\" height=\"36\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan VL adalah tegangan beban yang merupakan tegangan di R2. <a class=\"zem_slink\" title=\"Dari (Persian)\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Dari_%28Persian%29\" rel=\"wikipedia\">Dari<\/a> mana asal rumus tersebut. Terlalu panjang untuk dijelaskan, silahkan anda cari dari mana \u2013 yang jelas persamaan tersebut didapatkan dari hukum kirchoff.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baiklah, masukan parameter VL=3 volt dan Vs=5 volt maka melalui manipulasi aljabar sederhana didapatkan peerbandingan R1:R2 adalah 2:3 . Sebagai contoh, gunakan R1=2 kilo ohm dan R2=3 kilo ohm. Simulasikan dalam Proteus ISIS<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/11\/image005.png?resize=404%2C288\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-179\" title=\"image005\" src=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/11\/image005.png?resize=404%2C288\" alt=\"\" width=\"404\" height=\"288\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda akan mendapatkan tegangan VL secara teori adalah 3volt. Pada kenyataannya setelah anda mencobanya pada project board atau <a class=\"zem_slink\" title=\"Printed circuit board\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Printed_circuit_board\" rel=\"wikipedia\">PCB<\/a>, mungkin akan terjadi selisih (galat) karena toleransi pada resistor. Saran saya silahkan gunakan potensiometer (<a class=\"zem_slink\" title=\"Potentiometer\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Potentiometer\" rel=\"wikipedia\">variable resistor<\/a>) untuk menggantikan R1 atau R2, atur R1 atau R2 sehingga anda mendapatkan tegangan seperti yang anda inginkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masalahnya adalah jika tegangan masukan berubah (tidak stabil pada 5 volt) maka otomatis tegangan keluaran juga akan berubah tidak stabil pada tegangan 3 volt, jadi anda harus yakin dengan kestabilan dari tegangan masukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara lain, adalah anda dapat menggunakan dioda zener 3 volt BZX284C3V0 menggantikan R2, keuntungannya tegangan hasil konversi lebih stabil meskipun tegangan masukan berubah \u2013 ubah. Jangan lupa untuk membaca datasheet dari dioda zener tersebut untuk spesifikasi tegangan kerjanya, karena salah \u2013 salah dioda zener bisa terbakar :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/11\/image010.jpg?resize=396%2C282\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-180\" title=\"image010\" src=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/11\/image010.jpg?resize=396%2C282\" alt=\"\" width=\"396\" height=\"282\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selamat Mencoba \ud83d\ude09<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam posting kali ini, saya ingin menjawab pertanyaan dari saudara Arso dalam blog Belajar Elektronika Yuk tentang bagaimana cara menurunkan tegangan 5 Volt (semisal dari USB) menjadi tegangan semisal 3 volt. Untuk menurunkan tegangan dari 5 volt menjadi 3 volt bisa digunakan metode voltage divider atau pembagi tegangan sebagai berikut<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1400,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[54,88,102,290,437,470,581,582],"jetpack-related-posts":[{"id":826,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=826","url_meta":{"origin":1163,"position":0},"title":"LED dan Resistor Pembatas Arus","date":"31 Januari 2010","format":false,"excerpt":"Jika kita berhubungan dengan LED, kita akan diingatkan oleh setiap orang bahwa kita membutuhkan sebuah resistor pembatas arus tapi sebagian besar dari mereka tidak akan mengatakan alasannya. Pada tulisan kali ini saya akan berusaha menunjukkan mengapa menggunakan resistor pembatas arus dalam mencatu LED adalah sebuah ide bagus. Dan kapan kita\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Fisika\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/01\/s_led-res.png?fit=480%2C279&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1143,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1143","url_meta":{"origin":1163,"position":1},"title":"VCC Untuk Mikrokontroler Anda (1)","date":"12 Oktober 2010","format":false,"excerpt":"Pada dasarnya, ada dua koneksi daya untuk mikrokontroler ataupun rangkaian terpadu yang lain yakni VCC dan GND.VCC?? Jenis makanan apa itu VCC :lol: Ini adalah tanda untuk tegangan positif. Bagi anda yang baru dan tidak memiliki basic elektronika mungkin kedengarannya asing, tapi yakinlah, nanti anda akan terbiasa ;) GND adalah\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Elektronika dan Robotik\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/bey12.png?fit=993%2C547&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2490,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2490","url_meta":{"origin":1163,"position":2},"title":"Mengukur Konsistensi","date":"21 Desember 2014","format":false,"excerpt":"Semenjak beberapa bulan lalu membeli satu unit raspberry pi, saya jadi terpancing untuk kembali\u00a0ngoprek -oprek, seperti eksperimen mengakses GPIO, dan melakukan beberapa kemungkin project yang bisa saya kembangkan\u00a0dari raspberry pi tersebut. Saya pun membongkar kembali kardus yang berisi perangkat elektronik saya jaman kuliah, dan ternyata saya menemui banyak tool\u00a0seperti\u00a0multimeter sudah\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/wpid-img_20141221_182227.jpg?fit=1200%2C1016&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1163"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1163"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1163\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1163"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}