{"id":1143,"date":"2010-10-12T03:26:50","date_gmt":"2010-10-11T20:26:50","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1143"},"modified":"2010-10-12T03:26:50","modified_gmt":"2010-10-11T20:26:50","slug":"vcc-untuk-mikrokontroler-anda-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1143","title":{"rendered":"VCC Untuk Mikrokontroler Anda (1)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/circuits.datasheetdir.com\/18\/ATMEGA32-pinout.jpg?resize=195%2C197\" alt=\"\" width=\"195\" height=\"197\" data-recalc-dims=\"1\" \/>Pada dasarnya, ada dua koneksi daya untuk mikrokontroler ataupun rangkaian terpadu yang lain yakni VCC dan GND.VCC?? Jenis makanan apa itu VCC \ud83d\ude06 Ini adalah tanda untuk tegangan positif. Bagi anda yang baru dan tidak memiliki <em>basic<\/em> elektronika mungkin kedengarannya asing, tapi yakinlah, nanti anda akan terbiasa \ud83d\ude09 GND adalah singkatan dari ground. Semua arus listrik memerlukan jalur kembali ke ground. Ini biasa dipanggil <em>common<\/em> namun lebih sering diberi tanda GND<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada ribuan jenis mikrokontroler yang berbeda, tetapi <a class=\"zem_slink\" title=\"Volt\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Volt\" rel=\"wikipedia\">5V<\/a> adalah nilai standar untuk VCC, 3,3 Volt sebenarnya juga ada, namun ada juga 2,8V dan 1,8V VCC untuk beberapa mikrokontroler yang aneh. Namun sekarang, hanya berpikirlah tentang 5V dan GND<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><strong>Bagaimana saya mendapatkan 5V?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda akan benar \u2013 benar membutuhkan suplai 5 V untuk mikrokontroler anda. Jaringan listrik <a class=\"zem_slink\" title=\"Perusahaan Listrik Negara\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Perusahaan_Listrik_Negara\" rel=\"wikipedia\">PLN<\/a> yang berada di rumah \u2013 rumah biasanya memiliki tegangan 220VAC. <a class=\"zem_slink\" title=\"Alternating current\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Alternating_current\" rel=\"wikipedia\">AC<\/a> adalah <em>Alternating Current<\/em> alias Arus listrik bolak balik dan ini sangat berbahaya untuk mikrokontroler yang membutuhkan 5VDC ( DC adalah <em><a class=\"zem_slink\" title=\"Direct current\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Direct_current\" rel=\"wikipedia\">Direct Current<\/a><\/em> alias arus listrik searah). Jadi yang kita perlukan adalah merubah 220VAC pada jaringan PLN menjadi 5V DC yang dapat digunakan untuk mikrokontroler kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baiklah!, sekarang saatnya membuat rangkaian regulator tegangan sederhana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda bisa membeli apa yang disebut di toko elektronik sebagai \u201cAdaptor DC\u201d atau bahasa sononya lebih terkenal dengan nama <em><a class=\"zem_slink\" title=\"AC adapter\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/AC_adapter\" rel=\"wikipedia\">wall wart<\/a><\/em>. Anda bisa membelinya dengan harga berkisa 20 ribu hingga 30 ribu. Adaptor DC merubah tegangan AC yang lebih tinggi kemudian mengkonversinya menjadi tegangan DC yang lebih rendah. Biasanya ada beberapa macam tegangan DC keluaran yang dihasilkan yakni 1,5V, 3V, 4,5V, 6V, 9V dan 12V. Tapi jangan serta merta anda menganggap yang tertulis \u2013 misal 6 V akan benar \u2013 benar menghasilkan 6V, ini adalah anggapan salah yang ditelan mentah \u2013 mentah oleh orang awam. Memang ini bukan salah anda, ini mungkin salah si pembuat adaptor, bagi anda yang bekerja di bidang hukum silahkan anda adukan masalah ini ke YLKI <img src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-includes\/images\/smilies\/mrgreen.png?w=708&#038;ssl=1\" alt=\":mrgreen:\" class=\"wp-smiley\" style=\"height: 1em; max-height: 1em;\" data-recalc-dims=\"1\" \/> . Untuk pastinya silahkan ambil multimeter dan ukur berapa tegangan yang keluar mungkin akan lebih bisa 7Volt bahkan 9Volt. Bayangkan jika tegangan semacam ini dicatu pada mikrokontroler anda, bisa dibayangkan hasilnya, mikrokontroler anda bisa langsung terbakar karena ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baiklah, sekarang kita bayangkan saya, kita memiliki adaptor yang memiliki keluaran sekitar 9Volt. Sangat baik. Namun sayang keluaran 9 Volt ini memiliki banyak <em>ripple. <\/em> Aduh. Apa lagi <em>ripple<\/em> itu? Baiklah jika anda bingung akan saya jelaskan. Kita mengingingkan tegangan DC yang berarti kita menginginkan tegangan yang memiliki nilai tertentu atau <em>solid<\/em> ( lawan katanya adalah bolak \u2013 balik). <em>Nah, <\/em> Adaptor murah meriah yang anda beli menggunakan trik murah pula untuk menurunkan tegangan 220V dan menyearahkannya menjadi &#8211; katakanlah 9 V DC. Jadi sinyal DC yang dihasilkan adaptor anda akan masih cenderung bolak \u2013 balik 100-500mV. Jadi sinyal yang anda hasilkan tidak benar \u2013 benar <em>solid.<\/em> Namun naik dan turun diantara 8,5 hingga 9,5volt. Jadi yang kita perlu lakukan adalah mengirimkan tegangan 9 volt yang memiliki ripple ini menjadi tegangan 5VDC menggunakan rangkaian regulator.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Regulator yang paling biasa digunakan adalah <a class=\"zem_slink\" title=\"78xx\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/78xx\" rel=\"wikipedia\">LM7805<\/a>. Ada banyak pabrikan yang membuatnya misalhnya LV78X05 dan macam \u2013 macam yang lainnya. Namun intinya tetap sama, yakni berfungsi sebagai \u201c5V linier regulator\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang anda mempunyai adaptor DC dan regulator. Saatnya sekarang untuk menghubungkan keduanya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/09\/image002.jpg?resize=272%2C256\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-101\" title=\"image002\" src=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/09\/image002.jpg?resize=272%2C256\" alt=\"\" width=\"272\" height=\"256\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diatas anda dapat melihat konfigurasi pin dari 7805. Ingat \u2013 ingat posisi kaki \u2013 kakinya. Jika anda ragu \u2013 ragu lebih baik lihat langsung datasheet-nya. INPUT artinya tegangan masukan yang lebih besar, semisal sekitar 7Volt. GND artinya Ground. OUTPUT artinya tegangan keluaran 5Volt yang dihasilkan. Adaptor yang anda beli akan memilik dua kabel yang satu 9V dan yang satunya lagi GND. Semua <em>ground<\/em> haruslah dihubungkan bersama \u2013 sama sehingga arus bisa melintasi sistem. Jadi sekali lagi hubungkan semua yang bertuliskan GND. Jadi kaki 2 LM7805 dapat anda hubungkan dengan <em>groun<\/em>d pada adaptor anda. Skematik dibawah ini akan menjelaskannya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/09\/image004.jpg?resize=311%2C247\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-102\" title=\"image004\" src=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/09\/image004.jpg?resize=311%2C247\" alt=\"\" width=\"311\" height=\"247\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang perlu diingat meskipun gambar diatas terlihat dua pin ground-nya terpisah. Namun diasumsikan net tesebut (garis hijau) dengan nama yang sama adalah terhubung bersama. Jadi pada kasus ini GND pada adaptor DC dan pada regulator terhubung bersama \u2013 sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah selesei lalu ukur multimeter anda. Anda akan kaget karena keluarannya tidak benar \u2013 benar 5V. Ya memang, karena komponen yang anda gunakan memang bukan kualitas yang bagus, Regulator murah yang ada dipasar memiliki toleransi +\/- 5% berarti anda akan melihat tegangan antara 5,25V dan 4,75V. Praktisnya anda akan milihat tegangan antara 5,1V an 4,9V pada sebagaian besar regulator.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda melupakan sesuatu? Ya <em>ripple<\/em> yang kita bahas barusan diatas. <em>Noise<\/em> tersebut telah masuk ke pin masukan regulator anda, meskipun regulator telah bekerja dengan baik tapi akan ada sedikit <em>noise<\/em> yang keluar di pin keluaran. Multimeter anda akan memperlihatkan pembacaan 5,08V, tapi itu adalah tegangan rata \u2013 rata. Lihatlah dengan <em><a class=\"zem_slink\" title=\"Oscilloscope\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Oscilloscope\" rel=\"wikipedia\">oscilloscope<\/a><\/em> untuk jelasnya. Untuk menghilangkan <em>noise<\/em> ini anda akan memerlukan apa yang disebut kapasitor filter. Akan dijelaskan pada tulisan saya berikutnya \ud83d\ude42<\/p>\n<p>____________________<\/p>\n<p>Dari :http:\/\/www.sparkfun.com\/commerce\/present.php?p=BEE-1-PowerSupply<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada dasarnya, ada dua koneksi daya untuk mikrokontroler ataupun rangkaian terpadu yang lain yakni VCC dan GND.VCC?? Jenis makanan apa itu VCC \ud83d\ude06 Ini adalah tanda untuk tegangan positif. Bagi anda yang baru dan tidak memiliki basic elektronika mungkin kedengarannya asing, tapi yakinlah, nanti anda akan terbiasa \ud83d\ude09 GND adalah singkatan dari ground. Semua arus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1400,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[3,5],"tags":[],"jetpack-related-posts":[{"id":1035,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1035","url_meta":{"origin":1143,"position":0},"title":"Belajar Mikrokontroler Yuk! (2) - Membuat Downloader","date":"15 Agustus 2010","format":false,"excerpt":"Seperti yang sudah saya janjikan pada tulisan saya sebelumnya. Kita akan belajar membuat downloader. Downloader bisa dibilang merupakan antarmuka antara komputer dengan mikrokontroler anda. jadi melalui downloader ini program yang telah anda buat di komputer anda bisa ditanamkan ke mikrokontroler, sehingga mikrokontroler dapat bekerja seperti yang kita harapkan. Ilustrasinya seperti\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Elektronika dan Robotik\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/donlodet.png?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1010,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1010","url_meta":{"origin":1143,"position":1},"title":"Belajar Mikrokontroler Yuk!! (1)","date":"8 Agustus 2010","format":false,"excerpt":"Akhir - akhir ini banyak sekali lembaga kursus tentang mikrokontroler dan robotik, masing - masing dari mereka mereka mengklaim memiliki keunggulan dibandingkan yang lain. Namun tentu lembaga kursus tersebut tidak menawarkan jasanya secara cuma - cuma , jika tidak bisa kurus mereka, dan kemudian menjadi lembaga kurus bukan lagi lembaga\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Elektronika dan Robotik\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsisjadi.png?fit=358%2C299&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1137,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1137","url_meta":{"origin":1143,"position":2},"title":"Pengenalan Mikrokontroler","date":"24 September 2010","format":false,"excerpt":"Anda mungkin tidak asing lagi dengan gerbang OR, AND, NOT. Saya ambil contoh gerbang OR, gerbang ini adalah gerbang logika yang mengambil dua masukan lalu kemudian menghasilkan keluaran berdasarkan masukan yang diterima. Mungkin bagi anda yang pernah mendapat materi elektronika digital, saya yakin anda sudah pernah bermain gerbang - gerbang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/bey12.png?fit=993%2C547&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1143"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1143"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1143\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}