{"id":1134,"date":"2010-09-17T19:25:54","date_gmt":"2010-09-17T12:25:54","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1134"},"modified":"2010-09-17T19:25:54","modified_gmt":"2010-09-17T12:25:54","slug":"hal-yang-wajib-diketahui-dari-led","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1134","title":{"rendered":"Hal Yang Wajib Diketahui dari LED"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>LED, apa itu?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Light Emitting Diodes<\/em> atau lebih sering disebut LED adalah komponen semikonduktor yang mampu merubah energi listrik menjadi cahaya. Sekarang\u00a0 ini hampir semua alat atau instrumen\u00a0 menggunakan LED sebagai salah satu komponennya. LED bentuknya kecil dan\u00a0 harganya murah sehingga sangat\u00a0 sederhana untuk digunakan. LED bisa memancarkan cahaya yang berbeda bergantung pada senyawa kimia di dalam komponen semikonduktornya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/08\/clear-led.jpg?resize=320%2C320\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" title=\"clear-led\" src=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/08\/clear-led.jpg?resize=320%2C320\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"320\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" title=\"Selebihnya...\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/elektronikayuk.wordpress.com\/wp-includes\/js\/tinymce\/plugins\/wordpress\/img\/trans.gif?w=708&#038;ssl=1\" alt=\"\" data-recalc-dims=\"1\" \/><!--more--><strong>Simbol LED<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Simbol yang\u00a0 biasa digunakan sebagai simbol LED adalah simbol dioda standar tetapi dengan sepasang anak panah keluar yang menunjukkan bahwa dioda tersebut memancarkan cahaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/08\/led_symbol.png?resize=225%2C152\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" title=\"LED_Symbol\" src=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/08\/led_symbol.png?resize=225%2C152\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"152\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa perbedaan kecil antara beberapa simbol standar LED &#8211; ada simbol yang terkadang dihitamkan ada juga yang tidak dihitamkan. Sering juga ditemui simbol LED dengan lingkaran yang mengelilinginya, terkadang lingkaran tersebut dihitamkan, terkadang juga tidak. tapi yang lebih bagus tidak perlu dihitamkan karena akan membuang &#8211; buang tinta <img src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-includes\/images\/smilies\/mrgreen.png?w=708&#038;ssl=1\" alt=\":mrgreen:\" class=\"wp-smiley\" style=\"height: 1em; max-height: 1em;\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengenali Pin LED<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa orang terkadang masih bingung membedakan antara mana dioda dan mana katoda dari sebuah LED. Padahal sebenarnya sangat mudah untuk mengetahui dioda dan katoda dari LED standar. Gambar berikut akan menjelaskannya<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/08\/poles_of_led.png?resize=182%2C400\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" title=\"poles_of_LED\" src=\"http:\/\/elektronikayuk.files.wordpress.com\/2010\/08\/poles_of_led.png?resize=182%2C400\" alt=\"\" width=\"182\" height=\"400\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang bisa dilihat, sisi katoda memiliki potongan datar pada <em>fiber glassnya<\/em>. Dapat dilihat pula bahwa\u00a0 sisi katoda lebih kecil dibandingkan dengan anodanya, tapi jangan tertipu pada syarat ini terutama pada LED bekas karena anda tidak tahu apakah kaki &#8211; kaki LED tersebut pernah dipotong atai tidak <img src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-includes\/images\/smilies\/mrgreen.png?w=708&#038;ssl=1\" alt=\":mrgreen:\" class=\"wp-smiley\" style=\"height: 1em; max-height: 1em;\" data-recalc-dims=\"1\" \/> . Kita tahu bahwa banyak sekali jenis LED yang lain, lebih amannya lihat saja <em>datasheet<\/em> nya atau mudahnya silahkan uji\u00a0 sebelum disolder \ud83d\ude42<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mencatu LED dengan resistor<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama &#8211; tama yang perlu diingat adalah janganlah mencatu LED tanpa sebuah resistor. Karena tanpa resistor, arus yang mengalir pada dioda akan berlebih sehingga itu dapat membakar\u00a0 LED anda seketika. Lebih lengkapnya silahkan baca tulisan sebelumnya tentang<a href=\"http:\/\/elektronikayuk.wordpress.com\/2010\/08\/24\/led-dan-resistor-pembatas-arus\/\" target=\"_blank\"> LED dan Resistor Pembatas Arus<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berapa resistor yang baiknya digunakan, silahkan baca tulisan terdahulu berjudul <a href=\"http:\/\/elektronikayuk.wordpress.com\/2010\/08\/24\/led-dan-resistor-pembatas-arus\/\">LED dan Resistor Pembatas Arus<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">________________<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Repost from : http:\/\/elektronikayuk.wordpress.com\/2010\/09\/17\/hal-yang-wajib-diketahui-dari-led\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LED, apa itu? Light Emitting Diodes atau lebih sering disebut LED adalah komponen semikonduktor yang mampu merubah energi listrik menjadi cahaya. Sekarang\u00a0 ini hampir semua alat atau instrumen\u00a0 menggunakan LED sebagai salah satu komponennya. LED bentuknya kecil dan\u00a0 harganya murah sehingga sangat\u00a0 sederhana untuk digunakan. LED bisa memancarkan cahaya yang berbeda bergantung pada senyawa kimia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1400,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[126,279],"jetpack-related-posts":[{"id":826,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=826","url_meta":{"origin":1134,"position":0},"title":"LED dan Resistor Pembatas Arus","date":"31 Januari 2010","format":false,"excerpt":"Jika kita berhubungan dengan LED, kita akan diingatkan oleh setiap orang bahwa kita membutuhkan sebuah resistor pembatas arus tapi sebagian besar dari mereka tidak akan mengatakan alasannya. Pada tulisan kali ini saya akan berusaha menunjukkan mengapa menggunakan resistor pembatas arus dalam mencatu LED adalah sebuah ide bagus. Dan kapan kita\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Fisika\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/01\/s_led-res.png?fit=480%2C279&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":3342,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3342","url_meta":{"origin":1134,"position":1},"title":"Siapa Menghina Presiden","date":"15 Agustus 2015","format":false,"excerpt":"Pada 7 Desember 2006 silam,\u00a0Mahkamah Konstitusi melalui putusannya No. 013-022-\/PUU-IV\/2006\u00a0menyatakan mengabulkan seluruhnya permohonan Uji Materi terhadap beberapa pasal yang tergolong \u201cpenghinaan terhadap presiden\/kepala negara\u201d. Pasca-keputusan MK dengan tersebut, klausul \u201cpenghinaan presiden\u201d seperti pada pasal 134, 136bis, dan 137 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dianggap tidak berlaku lagi. Setelah sekian lama pasal\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/555dfb010423bdaa388b4567.jpeg?fit=500%2C334&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":906,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=906","url_meta":{"origin":1134,"position":2},"title":"Merakit dan Memprogram Sensor Warna","date":"20 Mei 2010","format":false,"excerpt":"Setelah tulisan saya yang lalu yang membahas tentang konsep dasar sensor warna, sekarang akan dibahas mengenai bagaimana merakit sendiri dan memprogram sebuah sensor warna sederhana. Untuk mendeteksi dari sejumlah warna. Yang dibutuhkan hanyalah satu LED dan satu sensor seperti sensor detektor pemancar inframerah , dapat dilihat pada gambar LED bening\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Elektronika dan Robotik\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/image0081.jpg?fit=359%2C391&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1134"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1134"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1134\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}