{"id":1053,"date":"2010-08-22T09:08:12","date_gmt":"2010-08-22T02:08:12","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1053"},"modified":"2010-08-22T09:08:12","modified_gmt":"2010-08-22T02:08:12","slug":"hakikat-puasa-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1053","title":{"rendered":"Hakikat Puasa Itu?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Alhamdulillah, sudah 12\u00a0 hari bulan ramadhan ini telah kita jalani bersama. Bulan ramadhan begitu indah, semua amalan ibadah terasa nikmat sekali. Di siang hari kita diwajibkan berpuasa dan dimalam harinya dihiasi dengan semarak suasana masjid. Jika ingin dilihat dari sisi agama, saya <em>ga<\/em> ahli dalam masalah itu, silahkan nanya ke pak ustadz \ud83d\ude42 . Namun mari kita sedikit analisa, kenapa di bulan ramdhan kok malah semua harga barang pokok jadi naik? Jika hal itu terjadi waktu lebaran mungkin <em>ga <\/em>aneh. Tapi kenapa di bulan puasa (bahkan jauh sebelum bulan puasa) harga sembako jadi naik? padahal lebaran masih jauh&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Saya bukan orang ekonomi, jadi saya analisa saja secara awam saja. Padahal di bulan puasa otomatis di siang hari kita tidak makan siang, kecuali bagi mereka yang berhalangan, jadi logikanya tentu kebutuhan akan hidup menjadi berkurang ( terutama untuk urusan makan) tapi <em>eh<\/em> nyatannya yang terjadi malah kebalikannya, kebutuhan akan konsumsi\u00a0 malahan justru bertambah. Aneh kan? Yang di hari &#8211; hari biasa <em>ga<\/em> beli kolak, di bulan puasa jadi mendadak beli kolak. Yang di hari biasa ga minum es, di bulan puasa jadi mendadak minum es. Makanan pun yang di hari &#8211; hari biasa itu &#8220;biasa &#8211; biasa&#8221; saja, jadi menjadi &#8220;<em>ngga<\/em> biasa&#8221; di bulan puasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya <em>gimana ngga<\/em>? menjelang buka, seakan &#8211; akan yang kita ingin makan banyak sekali, mulai dari kuantitas hingga jenisnya yang juga\u00a0 <em>nggak<\/em> kalah banyak. Semuanya itu dengan tujuan memanjakan si perut kita ini. Menurut saya<em> sih<\/em> <em>ngga <\/em>masalah selama menu yang dihidangkan itu dengan tujuan mengikuti sunnah rasul, ya seperti contohnya, berbuka dengan yang manis. Meskipun berbuka dengan yang manis sebenarnya tidak harus mahal ( saya di rumah biasa meminum teh hangat saat berbuka, berlawanan dengan orang banyak yang malah minum es. apakah ada dampak buka puasa dengan es? konon <em>katanya<\/em> <em>sih <\/em>begitu, tapi saya <em>ngga<\/em> tau banyak , karena saya bukan orang kesehatan ).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang patut disayangkan adalah ketika menu buka puasa yang dimakan\u00a0 hanyalah hasil sebuah permufakatan\u00a0 &#8220;balas dendam&#8221;. <em>Ya,<\/em> mentang &#8211; mentang\u00a0 siang hari idak boleh makan , maka di saat buka porsinya harus 2 kali lipat ukuran normal. Padahal esensi dari puasa adalah menahan nafsu, ya memang. Puasa yang\u00a0 seharusnya merupakan latihan menahan nafsu di siang hari seharusnya dapat\u00a0 juga kita terapkan di saat berbuka, ya benar!!, yakni menahan nafsu agar tidak berlebihan saat berbuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika tidak demikian, &#8211; apa sebenarnya hakikat puasa yang kita jalani?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selamat Berpuasa \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alhamdulillah, sudah 12\u00a0 hari bulan ramadhan ini telah kita jalani bersama. Bulan ramadhan begitu indah, semua amalan ibadah terasa nikmat sekali. Di siang hari kita diwajibkan berpuasa dan dimalam harinya dihiasi dengan semarak suasana masjid. Jika ingin dilihat dari sisi agama, saya ga ahli dalam masalah itu, silahkan nanya ke pak ustadz \ud83d\ude42 . Namun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1635,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[6,8],"tags":[445,456],"jetpack-related-posts":[{"id":3737,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3737","url_meta":{"origin":1053,"position":0},"title":"Kini, (Semoga) Ramadhan Memasuki Kita","date":"25 Juni 2017","format":false,"excerpt":"Takbir berkumandang bersahutan memenuhi langit malam ini. Sebagai tanda masuknya bulan syawal. Dan berakhirnya Bulan Ramadhan. Orang - orang berpawai, berkendaraan, tumpah ruah di jalanan, merayakan sebuah kemenangan. Sementara saya masih menyepi di kamar sendiri, merenungi, tentang \u00a0satu bulan puasa yang telah dilakoni. Apakah saya termasuk golongan orang - orang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/1600992809.jpg?fit=750%2C500&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2037,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2037","url_meta":{"origin":1053,"position":1},"title":"Ramadhan Tak Berakhir, Karena Hadirnya Sepanjang Zaman","date":"7 Agustus 2013","format":false,"excerpt":"\u201cDi malam terakhir Ramadhan, menangislah tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dan para malaikat, karena akan berlalunya Ramadhan, dan juga keistimewaannya.\u201d Demikian sebuah hadist Rasulullah Muhammad s.a.w tentang akhir bulan ramadhan. Para malaikat bersedih akan berlalunya Ramadhan, kita yang manusia biasa \u00a0-- bisa jadi ada yang bersedih, ada juga\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":281,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=281","url_meta":{"origin":1053,"position":2},"title":"Semoga Saya Keliru..","date":"8 September 2008","format":false,"excerpt":"Ini adalah hari - hari pertama puasa, sambutan riuh rendah menyambut datangnya bulan sucipun begitu terasa.Tidak terkecuali di jagad hiburan, beramai - ramai para band dan penyanyi menerbitkan album relijiusnya. Artis yang dulunya berani tampil buka - bukaan sekarang berlaku agamis. Production House juga beramai - beramai melucurkan sinetron (yang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1053"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1053"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1053\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}