{"id":1010,"date":"2010-08-08T17:13:57","date_gmt":"2010-08-08T10:13:57","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1010"},"modified":"2010-08-08T17:13:57","modified_gmt":"2010-08-08T10:13:57","slug":"belajar-mikrokontroler-yuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1010","title":{"rendered":"Belajar Mikrokontroler Yuk!! (1)"},"content":{"rendered":"<figure style=\"width: 281px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/www.societyofrobots.com\/images\/microcontroller_ATMega32.jpg?resize=281%2C170\" alt=\"\" width=\"281\" height=\"170\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">ATMEGA 32<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhir &#8211; akhir ini banyak sekali lembaga kursus tentang mikrokontroler dan robotik, masing &#8211; masing dari mereka mereka mengklaim memiliki keunggulan dibandingkan yang lain. Namun tentu lembaga kursus tersebut tidak menawarkan jasanya secara cuma &#8211; cuma , jika tidak bisa kurus mereka, dan kemudian menjadi lembaga kurus bukan lagi lembaga kursus <img src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-includes\/images\/smilies\/mrgreen.png?w=708&#038;ssl=1\" alt=\":mrgreen:\" class=\"wp-smiley\" style=\"height: 1em; max-height: 1em;\" data-recalc-dims=\"1\" \/> . lalu bagaimana bagi anda yang tidak punya uang banyak untuk mengikuti kursus dan workshop semacam itu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawab saya &#8220;<em>it&#8217;s no problem<\/em>&#8221; karena yang mahal dari belajar adalah &#8220;niat&#8221;. Jadi sekarang jika anda sudah punya niat, maka tahap belajarpun akan lebih mudah, lalu bagaimana dengan uang? belajar mikrokontroler apalagi robotik tentu memerlukan uang yang tidak sedikit bukan? Benar, namun itu tidak serta merta\u00a0 harus melumpuhkan semangat belajar anda, karena ada banyak jalan menuju roma. Salah satunya, anda bisa bentuk semacam &#8220;klub mikrokontroler dan robotik&#8221; dengan teman &#8211; teman anda yang memiliki kesamaan minat, semahal apapun jika ditanggung bersama &#8211; sama, insya Allah akan lebih ringan bukan \ud83d\ude09<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Belajar mikrokontroler tidaklah sesulit yang dibayangkan jika anda punya niat malahan bisa jadi sangat menyenangkan, banyak contoh aplikasi penerapan mikrokontroler mulai dari peralatan otomatis yang ada di rumah kita, hingga aplikasi tertinggi dalam mikrokontroler yang apa lagi jika bukan membuat robot? \ud83d\ude0e\u00a0 Mencari ilmu tidaklah harus mahal, yang terpenting adalah kita mempunyai jiwa kreatif, apalagi di jaman internet sekarang ini, ilmu bukanlah monopoli suatu kelompok saja. Anda tidak harus membeli buku yang mahal di toko buku, anda cukup rajin googling tentang tutorial mikrokontroler di internet, yang anda perlukan hanyalah akses internet dan bahasa inggris yang <em>litle &#8211; litle <img src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-includes\/images\/smilies\/mrgreen.png?w=708&#038;ssl=1\" alt=\":mrgreen:\" class=\"wp-smiley\" style=\"height: 1em; max-height: 1em;\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mikrokontroler?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mungkin blog saya ini bisa dijadikan awal, saya akan membagi ilmu saya yang mudah &#8211; mudahan bisa bermanfaat. Lalu dari mana kita harus mulai? Baiklah sebaiknya kita mulai saja dari pengertian mikrokontroler. Mikrokontroler seperti namanya yang berarti &#8220;pengendali mikro&#8221; bisa dibilang merupakan komputer dalam bentuk satu keping karena didalamnya telah berisi sistem minimal sebuah komputer mulai dari CPU, RAM, ROM, ADDRESS BUS, DATA BUS, dan bahkan PORT I\/O sehingga tak ayal jika mikrokontroler disebut dengan <em>embedded computer<\/em> karena memang mikrokontroler adalah sebuah komputer satu keping yang bisa ditanam bersama rangkaian elektronika yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada banyak sekali jenis mikrokontroler yang ada di pasaran namun yang saya gunakan kali ini adalah mikrokontroler AVR buatan ATMEL . Mikrokontroler AVR pun banyak sekali variannya namun marilah kita mulai dengan mikrokontroler AVR varian ATMega 8535 jika tidak ada di toko dengan alasan <em>habis<\/em> atau <em>ngga jual<\/em>, bolehlah diganti dengan ATMega32 atau ATMega16, ketiga jenis mikrokontroler tersebut pada dasarnya adalah sama ( mulai dari aristektur, fasilitas hingga letak kaki &#8211; kaki mikrokontrolernya) yang membedakan hanyalah ukuran memorinya. Jika diurutkan\u00a0 dari ukuran memori yang paling besar ke yang paling kecil yakni mikrokontroler ATMega 32, ATMega16, ATMega 8535 .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengenai fasilitas selengkapnya dalam mikrokontroler yang akan kita gunakan ini, silahkan baca datasheetnya. Buka\u00a0 google dan ketikkan &#8220;ATMega 8535 datasheet&#8221;, cara yang sama berlaku\u00a0 untuk ATMega 32 dan ATMega16<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Minimum Sytem<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk dapat melakukan eksperimen dengan mikrokontroler. Yang pertama\u00a0 yang harus dilakukan selain membeli mikrokontroler adalah membuat minimum systemnya. Banyak toko\u00a0 elektronik yang menjual <em>minimum system<\/em> ini dalam bentuk jadi bahkan satu paket dengan <em>Downloader<\/em> USB nya. Harganya cukup menguras kantong anda (terutama jika anda masih mahasiswa), yakni sekitar 200 ribu hingga 300 ribu. Bagi anda (termasuk saya\u00a0 <img src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-includes\/images\/smilies\/mrgreen.png?w=708&#038;ssl=1\" alt=\":mrgreen:\" class=\"wp-smiley\" style=\"height: 1em; max-height: 1em;\" data-recalc-dims=\"1\" \/> ) yang ingin murah meriah, anda bisa membuatnya sendiri. Bisa menggunakan PCB lubang atau PCB cetak, jika ingin <em>cepet<\/em> bisa digunakan PCB lubang. Berikut rangkaiannya<\/p>\n<div class=\"mceTemp mceIEcenter\" style=\"text-align: justify;\">\n<dl class=\"wp-caption aligncenter\">\n<dt class=\"wp-caption-dt\"><a href=\"https:\/\/i1.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsis2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"1012\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=1012\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsis2.png?fit=1046%2C697&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"1046,697\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"minsis2\" data-image-description=\"&lt;p&gt;Rangkaian Minimum System ATMEGA8535\/ATMEGA16\/ATMEGA32&lt;\/p&gt;\n\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsis2.png?fit=300%2C200&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsis2.png?fit=708%2C472&amp;ssl=1\" class=\"size-full wp-image-1012 \" title=\"minsis2\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsis2.png?resize=393%2C261\" alt=\"\" width=\"393\" height=\"261\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsis2.png?w=1046&amp;ssl=1 1046w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsis2.png?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsis2.png?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsis2.png?resize=1024%2C682&amp;ssl=1 1024w\" sizes=\"(max-width: 393px) 100vw, 393px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/dt>\n<dd class=\"wp-caption-dd\">Rangkaian ATMEGA8535\/ATMEGA16\/ATMEGA3<\/dd>\n<\/dl>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena\u00a0 rangkaiannya cenderung <strong>simpel<\/strong> maka saya menggunakan PCB lubang, bagi anda yang ingin menggunakan PCB cetak,\u00a0 malah lebih bagus. Berikut rangkaian minimum system hasil buatan saya<\/p>\n<div class=\"mceTemp mceIEcenter\" style=\"text-align: justify;\">\n<dl class=\"wp-caption aligncenter\">\n<dt class=\"wp-caption-dt\"><a href=\"https:\/\/i1.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsisjadi.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"1013\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=1013\" data-orig-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsisjadi.png?fit=358%2C299&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"358,299\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"minsisjadi\" data-image-description=\"&lt;p&gt;Minimum system menggunakan PCB lubang&lt;\/p&gt;\n\" data-medium-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsisjadi.png?fit=300%2C251&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsisjadi.png?fit=358%2C299&amp;ssl=1\" class=\"size-full wp-image-1013\" title=\"minsisjadi\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsisjadi.png?resize=358%2C299\" alt=\"\" width=\"358\" height=\"299\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsisjadi.png?w=358&amp;ssl=1 358w, https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/minsisjadi.png?resize=300%2C251&amp;ssl=1 300w\" sizes=\"(max-width: 358px) 100vw, 358px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/dt>\n<dd class=\"wp-caption-dd\">Minimum System menggunakan PCB lubang<\/dd>\n<\/dl>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada rangkaian yang saya buat disini memang tidak menggunakan regulator 5 Volt, karena saya sudah memiliki <em>power supply<\/em> DC +5Volt , jika anda belum mempunyai <em>power supply<\/em> DC +5V silahkan anda buat rangkaian regulator untuk mencatu rangkaian <em>minimum system<\/em> anda, atau prakstisnya beli adaptor DC dengan arus 1200mA, harganya relatif murah yakni berkisar 20ribu &#8211; 30 ribu. Begitupula dengan kristal, saya sengaja tidak menggunakan kristal karena mikrokontroler AVR sudah memiliki fasilitas kristal internal maksimal 8MHz. Jika anda menginginkan frekuensi <em>clock<\/em> lebih dari 8MHz anda bisa menggunakan kristal eksternal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian tulisan saya, berikutnya saya akan berbagi ilmu bagaimana cara memprogram mikrokontroler menggunakan port paralel dari komputer dekstop anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">selamat belajar<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kurang jelas silahkan bertanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akhir &#8211; akhir ini banyak sekali lembaga kursus tentang mikrokontroler dan robotik, masing &#8211; masing dari mereka mereka mengklaim memiliki keunggulan dibandingkan yang lain. Namun tentu lembaga kursus tersebut tidak menawarkan jasanya secara cuma &#8211; cuma , jika tidak bisa kurus mereka, dan kemudian menjadi lembaga kurus bukan lagi lembaga kursus . lalu bagaimana bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1013,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[46,50,329,332],"jetpack-related-posts":[{"id":1057,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1057","url_meta":{"origin":1010,"position":0},"title":"Belajar Mikrokontroler Yuk!! (3) - Ponyprog","date":"24 Agustus 2010","format":false,"excerpt":"Tulisan saya yang kemarin - kemarin telah membahas bagaimana caranya membuat minimum system dan downloader. Nah, sekarang saat kita in action. Minimal, kita akan uji apakah rangkaian yang telah kita buat, itu benar atau tidak? Yang dibutuhkan sekarang adalah software untuk mendownload atau istilahnya programmer. Ada banyak sekali programmer yang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Elektronika dan Robotik\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/fig1.jpg?fit=864%2C609&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1035,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1035","url_meta":{"origin":1010,"position":1},"title":"Belajar Mikrokontroler Yuk! (2) - Membuat Downloader","date":"15 Agustus 2010","format":false,"excerpt":"Seperti yang sudah saya janjikan pada tulisan saya sebelumnya. Kita akan belajar membuat downloader. Downloader bisa dibilang merupakan antarmuka antara komputer dengan mikrokontroler anda. jadi melalui downloader ini program yang telah anda buat di komputer anda bisa ditanamkan ke mikrokontroler, sehingga mikrokontroler dapat bekerja seperti yang kita harapkan. Ilustrasinya seperti\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Elektronika dan Robotik\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/donlodet.png?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2435,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2435","url_meta":{"origin":1010,"position":2},"title":"Raspberry Pi, Komputer 'Sakti' Seukuran Kartu Sakti","date":"11 Desember 2014","format":false,"excerpt":"Tiga bulan kemarin saya membeli mainan baru secara online di Jakarta Notebook, namanya adalah Raspberry Pi. Raspberry? Seperti nama buah - buahan ya? Iya. Namun ini tidak ada kaitannya dengan toko buah, atau Roti Pie. Ini adalah mini komputer. Yups, komputer berukuran mini yang hanya seukuran kartu sakti Pak presiden.\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Elektronika dan Robotik\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_20140605_133014.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1010"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1010"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1010\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1013"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}